
28 proyek sejak 2020 di 10 sektor: 13 mandat korporat & investor, 15 mandat institusi publik.
Produsen kopi multinasional
Membandingkan permintaan, posisi kompetitif, dan kelayakan industri di beberapa negara untuk menyusun daftar pendek pasar dan mode masuk.
Output: daftar pendek negara terurut + mode masuk + dasar kelayakan.
Operator tambang batu bara
Memetakan alur proses secara menyeluruh, mendesain ulang proses di sekitar hambatan utama, lalu membangun ERP berdasarkan proses baru.
Output: rancangan operasi siap pakai + ERP terimplementasi.
Bisnis ritel yang dikelola pemilik
Merancang model bisnis berdasarkan jadwal pembiayaan, menulis rencana operasi strategis dua tahun, dan tetap terlibat hingga eksekusi.
Yang dihasilkan: dua bisnis ritel yang dibangun dan tumbuh cukup cepat untuk menopang pembiayaannya.
Grup induk investasi dengan anak usaha tercatat
Menilai induk dan anak perusahaan, mengisolasi pendorong profitabilitas, lalu menghubungkannya dengan strategi penciptaan nilai.
Output: basis perbandingan yang dapat dipertanggungjawabkan + prioritas penciptaan nilai.
Grup induk investasi
Menilai peralatan tambang berat yang disetor secara natura, independen dari angka kedua belah pihak, dan menyerahkan hasilnya sebagai decision paper siap dewan direksi.
Yang dihasilkan: harga yang bisa dipertahankan untuk mendasari akuisisi tersebut.
Badan Investasi Provinsi, Jawa Tengah
Memodelkan faktor pendorong investasi di 35 wilayah, mengestimasi potensi, mengukur kesenjangan realisasi, dan menguji beberapa skenario.
Output: peta prioritas investasi terurut.
Sebuah produsen kopi Indonesia dengan jangkauan global sedang mempertimbangkan basis produksi di luar negeri. Kandidat negara memiliki ukuran pasar, struktur kompetisi, dan kelayakan operasi yang sangat berbeda sehingga ukuran pasar saja tidak cukup sebagai dasar keputusan.
Segmentasi produk dan pasar di negara-negara kandidat, tren konsumsi, dan foresight pasar.
Pemetaan kompetitor dan penilaian posisi kompetitif perusahaan di setiap pasar.
Penyaringan multi-kriteria negara prioritas untuk lokasi fasilitas produksi.
Penilaian kelayakan ekspansi industri dan pemilihan moda masuk pasar untuk daftar pendek yang terpilih.
“Temuan utama: negara dengan permintaan paling menarik bukan negara yang paling layak untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas.”
Keputusan yang dimungkinkan: daftar pendek negara prioritas, mode masuk untuk setiap kandidat, dan dasar kelayakan untuk keputusan investasi produksi.
12 dari 28 penugasan dipilih untuk menunjukkan skala keputusan, tipe institusi, dan rentang layanan. Proyek lain dapat dibagikan sesuai kebutuhan dan batasan NDA.
| Tahun | Proyek | Institusi | Praktik |
|---|---|---|---|
| 2026 | Segmentasi Pasar Global & Studi Kelayakan Ekspansi Industri | Produsen kopi multinasional | Bangun & Skalakan |
| 2026 | Daya Saing Industri di Tengah Ketidakpastian Geopolitik | Kementerian Perindustrian & asosiasi industri nasional | Bangun & Skalakan |
| 2025 | Pemetaan Otonomi Fiskal di 35 Kabupaten/Kota | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Jawa Tengah | Riset |
| 2025 | Peta Jalan Strategi Kinerja UMKM | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah & Dinas UMKM, Jawa Tengah | Riset & Kebijakan |
| 2025 | Potensi Investasi Domestik, Gap & Peramalan | Badan Investasi, Jawa Tengah | Investasi |
| 2025 | Potensi & Optimalisasi Pendapatan Retribusi Perdagangan | Inspektorat & Dinas Perdagangan, Kota Semarang | Investasi |